• Penulis :DIANTI TALIWUNA
  • Tahun Terbit : 2023

Latar Belakang: Perkembangan anak usia 1-5 tahun sangat penting karena anak akan mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan. Apabila perkembangan tersebut mengalami masalah maka anak akan mengalami kesulitan dalam tahap belajar selanjutnya). Ibu yang bekerja juga mempengaruhi perkembangan anak, baik yang berdampak positif maupun negatif. Cakupan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) anak balita di Papua tahun 2022 sebesar 70,34%. Sedangkan di Dinas Kesehatan Nabire pada tahun (2022) Sebesar 84, 58% masih dibawah target sebesar 85%. Dan Kegiatan pemantauan Cakupan Stimulasi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) di Wilayah Kerja Puskesmas Samabusa belum berjalan optimal dan rutin di setiap posyandu. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pekerjaan orang tua terhadap perkembangan anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Samabusa. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, penelitian ini dilakukan di Wilayah kerja Puskesmas Samabusa pada bulan Maret sampai pada bulan Mei 2023, sampel sebanyak 95 anak dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Intrumen yang digunakan berupa keusioner dan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS (Statictical Program For Social Science) dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Didapatkan nilai p-value (0,03) >0,05 dan nilai p-value (0,037) >0,05. Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan orang tua terhadap perkembagan anak usia 1-5 tahun di ilayah Kerja Puskesmas Samabusa. Tidak ada hubungan pekerjaan orang tua terhadap perkembangan anak usia 1-5 tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Samabusa. Saran: Bagi orang tua anak usia 1-5 tahun Diharapkan bisa mempelajari kompreshensif mengenai tumbuh kembang anak umur balita lewat sosialisasi serta konsultasi dengan petugas kesehatan serta sering mengajak anaknya memeriksa perkembangan anak melalui pemeriksaan perkembangan. Kata Kunci: Pengetahuan ibu, Pekerjaan ibu, Perkembangan Anak, Puskesmas.