• Penulis :ALINCE AGAPA
  • Tahun Terbit : 2023

Latar belakang: Gizi kurang adalah kondisi dimana tubuh tidak memproleh asupan nutrisi yang cukup seperti asupan protein, vitamin, kalori hingga mineral. Pola makan pada balita berperan penting dalam proses pertumbuhan balita, karena dalam makanan banyak mengandung gizi. Data Dinas Kesehatan Di Kabupaten Dogiyai Tahun 2021 sampai 2023 status gizi kurang sebanyak 319,6%. Survei awal yang dilakukan di Puskesmas Moanemani Tahun 2022 sampai 2023 dengan status gizi kurang sebanyak 98,3%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap status gizi kurang pada balita Usia 1-5 tahun di Puskesmas Moanemani Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan di Puskesmas Moanemani Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah pada tanggal 10 April-24 Mei 2023 Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita gizi kurang di Puskesmas Moanemani sebanyak 118 balita dengan teknik Sampling Random. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner dengan wawancara dan antropometri. Data yang digunakan data primer dan sekunder. Pengolahan data dilakukan dengan mengunakan komputer dengan aplikasi SPSS (Program for Sosial Scence) versi 16.1 dengan uji chi-quare, kemudian diuji dengan mengunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pola makan terhadap status gizi kurang pada balita usia 1-5 tahun dengan nilai yang signifikan p-value = 0,00 (p-value = < 0,05). Kesimpulan: Terdapat ada Hubungan Pola Makan Terhadap Status Gizi Kurang Pada Balita. Saran: Peneliti berharap kepada ibu balita di Puskesmas Moanemani dapat memperbaruhi pola makan yang baik dan benar agar status gizi responden yang optimal. Kata kunci: Balita, Gizi Kurang, Pola makan